Pakar Hukum Refly Harun Komentari Hasil Autopsi Brigadir J, Menduga Ada Unsur Kesengajaan


Refly [email protected]

SEPUTAR SURABAYA - Hasil Autopsi Brigadir J menjadi buah bibir masyarakat karena didapati beberapa organ yang dislokasi bahkan hilang. Seorang Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengungkap kecemasannya jika hal ini bisa terjadi karena unsur kesengajaan.

Pada hasil autopsi Brigadir J pekan lalu, dilaporkan bahwa organ otak terpindah di organ dada sementara organ pankreas dan kantung kemihnya dilaporkan hilang.

Melalui kanal YouTube pribadinya, Refly Harun menduga dislokasi dan hilangnya organ-organ tersebut bisa jadi indikasi penjualan organ.

(BACA JUGA:Istri Ferdy Sambo Jadi Satu-satunya Saksi Kunci Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Brigadir J)

"Bukan kasus yang kecil ya kalau ada penghilangan-penghilangan seperti ini ya, berarti kan ada kejahatan pencurian organ manusia," ujar Refly Harun pada Selasa (2/8).

Pakar Hukum Tata Negara tersebut kemudian juga mengungkapkan dugaannya jika organ-orang tersebut benar-benar hilang seperti yang disampaikan oleh Pengacara Brigadir Yosua Kamaruddin Simanjuntak, maka persoalan ini bisa jadi adalah kejahatan yang disengaja.

Refly juga menggarisbawahi apabila tindakan penghilangan organ-organ tersebut adalah tindakan pidana yang harus diproses dengan bijak.

(BACA JUGA:Ada Dugaan Penganiyaan, Beberapa Organ Brigadir J dibawa Ke Jakarta! Tim akan Lakukan Ini )

"Kalau memang pankreasnya hilang, tentu harus dipersoalkan kenapa pankreasnya hilang, siapa yang menghilangkannya karena ini juga kejahatan kalau misalnya ada kesengajaan," tutur Refly Harun.

Refly mengaku prihatin atas kejadian yang diderita oleh Brigadir J dan menegaskan bahwa Brigadir J masih memiliki hak atas tubuhnya sendiri meskipun telah meninggal dunia.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Nasional