Sudah Tahu Belum? 5 Makanan Ini Bisa Bikin Hipertensi Kumat Lho!


Ilustrasi Tekanan Darah Tinggi-1643606-Pixabay

SEPUTAR SURABAYA - Dari berbagai macam penyebab Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi, asupan makanan yang Anda konsumsi setiap hari dapat bisa jadi muncul sebagai pemicu. Untuk itu, penting untuk Anda mengetahui makanan apa saja yang dapat menyebabkan Hipertensi kambuh.

Jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, penting bagi Anda mengatur pola hidup serta pola makan agar hipertensi tidak datang kembali dan menganggu keseharian Anda.

Kondisi tekanan darah tinggi ini jika tidak diperhatikan, akan menjadi penyebab penyakit-penyakit mematikan seperti gagal jantung, penyakit ginjal, hingga stroke.

(BACA JUGA:Cek Deh! Ini Tips Mudah Untuk Vegetarian Agar Tidak Kekurangan Zat Besi)

Saat hipertensi mulai terjadi, gejala awal yang diterima tubuh Anda adalah mual, muntah, kepala pusing, hingga jantung berdetak dengan sangat cepat. Dan ada juga yang mengalami sesak nafas, nyeri dada, mimisan, telinga yang berdenging, hingga gangguan penglihatan.

Gejala-gejala tersebut tentu saja akan menganggu aktivitas Anda sehari-hari serta memunculkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghindari penyebab-penyebab hipertensi. Apalagi dalam hal asupan makanan Anda.

Dikutip dari berbagai sumber, inilah makanan-makanan yang harus Anda hindari untuk mencegah terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi:


Ilustrasi Garam-Kaboompics.com-Pexels

1. Makanan yang Mengandung Garam

Bahan satu ini adalah bumbu dapur paling umum yang digunakan untuk memasak. Namun tahukah Anda apabila natrium dalam garam dapat menjadi pemicu hipertensi?

(BACA JUGA:Tak Sulit Redakan Nyeri Sendi, Ini 5 Obat Alami yang Ampuh Obati Asam Urat)

Garam memiliki zat bernama natrium di dalamnya. Natrium ini diketahui dapat mempengaruhi keseimbangan cairan yang ada dalam darah.

Namun Anda tidak perlu khawatir, mengkonsumsi garam dengan jumlah minimal tidak akan memberikan efek samping bahkan memicu tekanan darah tinggi. Anda hanya perlu mengontrol asupan garam dalam tubuh Anda dengan hanya mengkonsumsi kurang lebih 1sdt garam dalam satu hari.

Meski berniat mengontrol asupan garam yang masuk dalam tubuh, Anda tetap harus berhati-hati sebab terdapat beberapa makanan yang tidak terduga memiliki kandungan garam yang tinggi seperti pizza, sandwich, daging yang diawetkan, lalu roti dan roti gulung.


Ilustrasi Gula-pasja1000-Pixabay

2. Gula

Selain garam, bahan pokok masakan dapur satu ini juga bisa menjadi pemicu kembalinya tekanan darah tinggi. Gula diketahui dapat menjadi pemicu hipertensi dengan berbagai macam cara.

(BACA JUGA:Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Tubuh! Apa Saja? Simak Ini Penjelasannya)

Mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung banyak gula bahkan gula buatan nyatanya dapat menambah berat badan yang signifikan kepada anak-anak dan orang dewasa. Sehingga jika diteruskan, pengguna gula berlebih ini akan mengalami obesitas dan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi.

Kadar insulin dalam gula ini juga bisa memicu penyakit berbahaya seperti diabetes. Karena itu, Anda sebaiknya mengontrol asupan gula tiap harinya. Sekitar 6 sdt untuk wanita dan 9 sdt untuk pria.


Ilustrasi Daging-Los Muertos Crew-Pexels

3. Makanan Berlemak

Pemicu tekanan darah tinggi lainnya adalah mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi. Baik oleh lemak jenuh dan lemak trans.

Lemak trans ini adalah lemak buatan yang dapat membantu stabilitas makanan kemasan. Sayangnya, lemak trans ini memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dan dapat meningkatkan resiko seseorang terkena hipertensi. Lemak trans ini juga memiliki peran untuk menurunkan kandungan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

(BACA JUGA:Bisa Picu Penyakit Serius! Ini 5 Bahaya Konsumsi Daging Kambing Berlebihan)

Begitupun dengan lemak jenuh. Lemak jenuh yang ada dalam tubuh kemudian akan meningkatkan kadar LDL di dalam darah.

Lemak-lemak yang tidak terkontrol dalam tubuh ini selanjutnya akan memberikan Anda penyakit berbahaya selain hipertensi. Yaitu penyakit jantung, diabetes tingkat 2, hingga stroke.

Makanan-makanan yang diketahui kaya akan kedua lemak ini adalah produk olahan susu sapi, daging ayam dan jeroan, serta kulit ayam.


Ilustrasi Acar-Polina Tankilevitch-Pexels

4. Acar

Produk selanjutnya yang dapat memicu hipertensi adalah acar. Acar ini biasanya digunakan sebagai makanan pendamping. Padahal acar bisa jadi makanan yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Acar butuh garam sebagai bahan pokok untuk mengawetkan. Sehingga acar memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi. Diperkirakan dalam 100 gr acar mengandung kurang lebih 1208 mg natrium.

(BACA JUGA:Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Kontrol Kolesterol setelah Perayaan Idul Adha)

Karena itu, semakin lama acar ini terendam dalam garam, maka natrium yang diserap oleh acar akan semakin tinggi. Dan hal itu akan sangat berbahaya bagi tubuh karena memicu tekanan darah tinggi yang signifikan.

Bagi Anda yang memiliki tekanan darah tinggi, disarankan untuk mengurangi asupan acar sebagai makanan pendamping Anda untuk kesehatan yang lebih terjaga.


Ilustrasi kopi-chicoĉ˜Ž-Pixabay

5. Minuman Berkafein

Anda memiliki riwayat hipertensi tapi masih suka mengkonsumsi minuman yang tinggi Kafein? Hati-hati, Kafein terrnyata dapat memicu tekanan darah tinggi Anda.

Kafein ini diduga dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara. Kafein juga dapat merangsang kelenjar adrenal yang berfungsi untuk meluncurkan hormon kortisol atau hormon yang memicu adrenalin lebih tinggi. 

(BACA JUGA:Pakar UNAIR Minta Masyarakat Bijak Konsumsi Mi Instan, Ternyata Ada Residu Pestisida Segini)

Karena itu, kafein ini dapat dianggap masuk dalam daftar pantang konsumsi untuk penderita tekanan darah tinggi.

Perlu Anda ketahui, meski Anda tidak mengkonsumsi kopi, yang banyak orang tahu sebagai sumber kafein terbesar, Anda masih dapat memicu hipertensi melalui minuman berkafein lainnya seperti teh, minuman soda, serta minuman berenergi.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Kesehatan