Kuasa Hukum Brigadir J Sebut Dugaan Motif Pembunuhan karena Dendam Hingga Judi


Kuasa Hukum Brigadir J-PMJ News-PMJ News

SEPUTAR SURABAYA - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), membeberkan beberapa dugaan motif Pembunuhan yang dilakukan terhadap kliennya.

Kamaruddin Simanjutak menyampaikan, bahwa motif pembunuhan yang dilakukan Brigadir J salah satunya yaitu karena dendam pelaku kepada almarhum.

"Ini adalah dendam, dendam daripada pelaku kepada almarhum" kata Kamaruddin Simanjutak kuasa hukum keluarga Brigadir J, dikutip Seputar Surabaya dari Metro TV pada Sabtu, (13/08).

Menurutnya, dendam tersebut muncul karena dua motif, yang pertama karena iri dan yang kedua karena ada dugaan pelaku memiliki hubungan gelap dengan perempuan lain.

"Ini dua motivasi ini, skuad pertama iri hati kepada almarhum ini, karena ini anak yang lebih di sayang," terangnya.

(BACA JUGA:Jadi Tersangka Kasus Kematian Brigadir J, Satgasus yang Dipimpin Ferdy Sambo Kena Imbasnya)

"Kemudian ada dugaan yang pelakunya si bapak (Ferdy Sambo) tadi, ada dugaan ada perempuan lain, kemudian si ibu bertanya kepada anaknya atau yang sudah dianggap anaknya (almarhum Brigadir J)" lanjutnya.

Brigadir J diduga memberitahu istri Ferdy Sambo (FS) tentang hubungan gelapnya, sehingga terjadi pertengkaran.

Setelah itu, FS diduga kembali ke rumahnya lebih dulu untuk menyiapkan pembunuhan Brigadir J.

Lebih lanjut, Kamaruddin Simanjuntak juga menyampaikan bahwa ini ada kaitannya dengan narkoba dan judi.

"Ada kaitannya degan tata kelola sabu, miras dan judi" tambahnya.

(BACA JUGA:Pengacara Brigadir J Bongkar Adanya Dugaan Penyiksaan: Bukan di Rumah Ferdy Sambo)

Menanggapi hal ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa semua dugaan tersebut harus disertai dengan bukti 

"Ya tentunya semuanya harus dibuktikan dengan fakta hukum, kalau hanya spekulasi saya susah untuk menyimpulkan. Silahkan aja kalau punya bukti semuanya disampaikan ke Bareskrim," terang Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Dedi juga menyampaikan bahwa segala dugaan bisa dilaporkan disertai dengan bukti, dan meminta agar menunggu hasil penyidikan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Sebelumnya, Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J pada Selasa, (09/08).

Ferdy Sambo menjadi tersangka keempat setelah Polri menetapkan Bharada Richard Eliezer (E), Brigadir Ricky Rizal, dan K sebagai tersangka.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Nasional