25 Ribu Tenaga Non-ASN Pemkot Surabaya Dipastikan Tetap Bekerja Tahun Depan


Pemkot Surabaya-surabaya.go.id-surabaya.go.id

SEPUTAR SURABAYA - Tenaga Kerja Non-ASN (Aparatur Sipil Negara) atau outsouring (OS) dilingkup Pemerintah Kota Surabaya dipastikan tetap bekerja pada tahun 2023. 

Sebanyak 25 ribu tenaga Non-ASN atau Outsourcing di Pemkot Surabaya akan tetap diberdayakan.

Ini sesuai dengan komitmen Wali Kota Eri Cahyadi yang menginginkan agar seluruh pegawa Non-ASN atau OS tetap dipekerjakan di tahun depan.

(BACA JUGA:Bakat Menyanyi? Ikutilah Lomba Cover Lagu Bank Indonesia Surabaya, Berikut Informasi Selengkapnya!)

Dilansir dari laman resmi Pemkot Surabaya, Kepala BKPSDM Kota Surabaya Rachmad Basari mengatakan bahwa dari hasil evaluasi Kemenpan RB, tenaga Non-AN dilingkup Pemkot Surabaya dipastikan tetap bekerja pada tahun 2023.

Hal ini sesuai dengan Surat Menteri PANRB No B/2060/M.SM.01.00/2022 tanggal 14 Oktober 2022.

"Sebagaimana komitmen pemerintah kota, bahwa hasil evaluasi Kemenpan RB terhadap tenatag outsourcing di tahun 2022, maka pada tahun 2021 mereka tetap dapat bekerja," ujar Basari, Selasa (22/11).

Sesuai dengan Surat Menpan RB, maka sistem pembayaran honorarium OS pada tahun 2023 mengikuti sejumlah peraturan.

(BACA JUGA:Jadikan Wisata Baru, Pemkot Surabaya Berikan Perahu untuk Kampung Nelayan Bulak)

Salah satunya adalah Peraturan Presiden (Perpres) No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Perpres No 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Selain itu, disesuaikan juga dengan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No 60/PMK.02/2021 tentang Standar Biiaya Masukan Tahun Anggaran 2022 dan Permenkeu No 83/PMK 02/2022 tentang Standar Biaya Masukaan Tahung Anggaran 2023. 

Basari juga mengatakan bahwa tenaga non-ASN di pemkot pada tahun 2023 dibagi menjadi dua kategori (penunjang dan non-penunjang) sebagaimana dalam Surat Menpan RB tanggal 14 Oktober 2022.

(SS)

`
Kategori : Asli Surabaya
Sumber : surabaya.go.id