Awas Jadi Korban Penipuan, Ini 6 Tips Membeli Kendaraan Bekas yang Perlu Diperhatikan agar Tidak Rugi!


Ilustrasi Mobil [email protected]

SEPUTAR SURABAYA - Peringatan bagi pengemudi agar tidak terjebak penipuan umum ketika membeli kendaraan bekas.

Memiliki sebuah kendaraan pribadi merupakan hal biasa di Indonesia, pasalnya kemacetan yang terjadi di tanah air rata-rata dipenuhi oleh pengemudi kendaraan pribadi. Meskipun telah tersedianya transportasi umum di sejumlah daerah, namun kendaraan pribadi masih menjadi alternatif pertama.

Tidak perlu baru, kendaraan bekas saat ini telah menjadi tren di masyarakat baru. Kebanyakan orang lebih memilih membeli kendaraan bekas karena selain dibandrol dengan harga murah juga dapat meringankan biaya hidup mereka.

Namun, perlu diketahui tentang teknik penipuan sederhana yang dapat membantu Anda agar tidak menjadi korban penipuan ini. 

(BACA JUGA:4 Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Melewati Jalan Berkontruksi Terowongan atau Underpass)

Beberapa teknik sederhana yang digunakan oleh orang-orang nakal untuk menipu pembeli agar pergi dengan kunci kendaraan yang tidak aman untuk jalan raya.

Untuk memastikan tidak ada orang lain yang menjadi korban, melansir dari laman the Sun, berikut tips untuk menghindari penipu ketika membeli kendaraan bekas.

1. Pemeriksaan Riwayat

Sebelum berkomitmen untuk membeli kendaraan, penting untuk selalu melakukan pemeriksaan riwayat atau sejarah kendaraan tersebut secara menyeluruh.

(BACA JUGA:Sering Pulang di Jam-jam Gelap? Berikut 4 Tips agar Perjalanan Aman dan Selamat sampai Rumah)

Ini dapat dilakukan secara online gratis dengan mencari detailnya di DVLA meskipun Anda perlu menanyakan nomor pendaftaran, nomor tes MOT, dan jarak tempuh kepada penjual.

Pemerintah juga memiliki pemeriksa riwayat MOT, yang Anda hanya perlu plat nomor untuk digunakan. Saat membeli dari penjual pribadi, ada baiknya juga melakukan cek riwayat pribadi.

Hal ini akan mengungkapkan kondisi kendaraan tersebut, seperti jika apakah merupakan barang curian, dihapuskan, atau memiliki keuangan terutang.

2. Lihat Secara Langsung

(BACA JUGA:4 Tips Mudah Menghemat Bahan Bakar Kendaraan )

Beberapa penipu memasang iklan mobil untuk dijual yang sebenarnya tidak mereka miliki. Hal ini paling umum ditemukan pada situs pasar atau sosial media seperti Gumtree atau Facebook di mana penjual akan menyalin iklan dari daftar yang ada dan menawarkan jarak tempuh yang baik dengan harga yang sedikit lebih murah.

Para penipu ini cenderung akan mendorong Anda untuk membayar kendaraan tersebut atau setidaknya mengirimkan deposit untuk menahannya tanpa perlu bertemu untuk melihat kondisi kendaraan terlebih dahulu.

Begitu mereka mendapat uang tunai dari Anda, Anda tidak akan pernah melihat kendaraan yang telah dibayar. Jadi sangat penting untuk melihat mobil secara langsung sebelum Anda setuju untuk membelinya.

Dan selalu berhati-hatilah dengan alasan rumit mengapa Anda tidak bisa melihat kendaraan yang akan dibeli agar Anda tidak menjadi korban penipuan kendaraan virtual.

(BACA JUGA:Putih, Merah atau Hitam, Manakah Warna Mobil yang Paling Aman? Berikut Penjelasannya!)

3. Pendapat Kedua

Setelah Anda membuat janji untuk bertemu dengan penjual, pertimbangkan untuk mengajak teman atau anggota keluarga.

Beberapa penjual pribadi dapat mencoba menekan Anda untuk membuat keputusan sebelum Anda benar-benar mempertimbangkan pilihan Anda dan mengambil keputusan.

Memiliki pendapat kedua dari seseorang yang Anda percayai bisa berarti mereka menemukan sesuatu yang tidak Anda miliki.

(BACA JUGA:Salah Isi Bensin? Jangan Lakukan Hal Sepele Ini agar Tidak Rugi Banyak)

4. Uji Coba

Anda dapat membawa mobil keluar untuk test drive yang merupakan satu-satunya cara untuk memastikannya berfungsi dengan baik. Hal ini juga satu-satunya cara untuk mengetahui apakah itu kendaraan yang tepat untuk Anda.

Jika dimungkinkan, berkendaralah selama sekitar 15 menit di berbagai jalan sambil mendengarkan suara yang tidak menyenangkan.

5. Jika Ragu, Jangan Beli!

(BACA JUGA:4 Tips Penting dalam Membeli Mobil Bekas agar Tidak Kena Tipu)

Naluri Anda adalah penanda yang baik apakah Anda harus melanjutkan sesuatu. Jadi sederhananya, jika rasanya tidak enak, jangan membelinya.

Pasar mobil bekas sedang booming, jadi Anda mungkin bisa menemukan model yang sama di tempat lain dengan kondisi yang lebih asli.

Jika membeli dari penjual pribadi membuat Anda khawatir atau terdengar terlalu rumit, belilah dari dealer yang memiliki reputasi baik.

Dealer yang mapan menyelesaikan semua pemeriksaan yang diperlukan pada kendaraan, memberi Anda ketenangan pikiran bahwa Anda tidak akan mengalami kejutan yang tidak menyenangkan.

(BACA JUGA:5 Tips Jual Mobil Bekas yang Perlu Diperhatikan Biar Gak Tekor dan Dapat Harga Terbaik)

6. Lebih Teliti

Anda harus lebih berhati-hati, terutama saat pengalihan kepemilikan hingga mengamankan asuransi, serta admin yang terlibat dalam pembelian mobil. Semua dokumen ini sangat riskan membuat Anda lebih mungkin menjadi korban penipuan phishing.

Teks dan email yang mengaku berasal dari DVLA dan perusahaan asuransi adalah hal biasa. Mereka biasanya menyiratkan telah terjadi masalah dengan pajak atau perlindungan kendaraan dan membutuhkan pengguna untuk memasukkan detail mereka untuk memperbaiki masalah tersebut.

Yang kemudian dapat menyebabkan pencurian identitas atau moneter. Ingatlah untuk tidak pernah mengklik tautan yang mencurigakan dalam pesan teks atau email.

(BACA JUGA:Bolehkah Isi Bensin Full Tank? Simak Ternyata Begini Penjelasannya!)

Perhatikan juga tanda-tanda bahwa surat tersebut mungkin tidak asli, seperti kesalahan ejaan atau sapaan yang tidak spesifik seperti "pelanggan yang terhormat."

(SS)

`
Kategori : Otomotif
Sumber : the sun