Salah Satu Produsen Minyak Terbesar di Dunia! Uni Emirat Arab (UEA) Bakal Jadi Tuan Rumah Cop28 Tahun Depan!


UAE Goverment [email protected]

SEPUTAR SURABAYA - Pengekspor minyak dan gas utama serta salah satu produsen minyak terbesar di dunia, Uni Emirat Arab (UEA) akan mengambil kendali sebagai tuan rumah pembicaraan iklim Cop berikutnya.

Uni Emirat Arab UEA, salah satu pengekspor minyak terbesar dunia akan memegang kursi kepresidenan Cop28, putaran pembicaraan iklim PBB berikutnya yang akan dimulai pada akhir November tahun depan.

Melansir dari laman the Guardian, keputusan yang diambil pada KTT iklim Cop27 di Mesir, yang selesai pada hari Minggu, menunjukkan pengaruh yang jelas dari bahan bakar fosil, berdasarkan orang-orang di dalam negosiasi. Mereka mengatakan Arab Saudi yakni sekutu Mesir di luar pembicaraan yang memainkan peran kunci dalam mencegah komitmen kuat untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5C di atas tingkat pra-industri.

Banyak negara, termasuk Inggris dan Uni Eropa (UE), sangat kecewa terhadap KTT Cop26 tahun lalu, yang terlihat pada akhir Cop27 pada hari Minggu pagi.

(BACA JUGA:Para Peneliti Ungkap Pembiakan Hewan dalam Penangkaran Sebabkan Perubahan Fisik dan Perilaku!)

Setidaknya ada 636 pelobi bahan bakar fosil yang menghadiri pembicaraan Cop27 di Mesir, 70 di antaranya terkait dengan perusahaan minyak dan gas UEA.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi tahun depan. Matthew Hedges, pakar ekonomi politik Emirates, yang dipenjara dan disiksa selama hampir enam bulan di ibu kota UEA, Abu Dhabi, selama penelitian doktoralnya, mengatakan mungkin ada konflik kepentingan.

"Emirat adalah negara dengan beberapa cadangan minyak terbesar di dunia, dengan keinginan untuk terus memperluas dan meningkatkan produksi bahan bakar fosil. Akan ada upaya untuk mengilustrasikan keterlibatan mereka dalam energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan nuklir, tetapi ada pertanyaan yang harus ditanyakan tentang bagaimana Anda dapat terlibat dalam tindakan yang bertentangan tersebut," katanya. Dikutip dari laman the Guardian, Kamis (24/11).

Sekitar 13% dari ekspor UEA berasal langsung dari minyak dan gas, yang mewakili sekitar 30% dari PDB negara tersebut. Banyak industri lainnya, termasuk konstruksi dan perjalanan, juga terkait secara finansial dengan bahan bakar fosil.

(BACA JUGA:Proposal UE Serukan Berbagai Pihak dan Sumber agar Perluas Sumber Pendanaan Dana Kerusakan dan Kerugian)

Di Cop27, Saudi dan negara-negara Teluk lainnya, bersama dengan Brasil dan China, juga dikatakan telah menghalangi upaya untuk memasukkan resolusi untuk menghentikan bahan bakar fosil secara bertahap dalam hasil akhir.

UEA juga memiliki hubungan dekat dengan Rusia, yang menjadi sumber perhatian lainnya. Sejak invasi Vladimir Putin ke Ukraina pada bulan Februari, telah terjadi aliran uang tunai Rusia ke UEA termasuk kemitraan di bidang energi dan peningkatan impor minyak Rusia untuk memungkinkan UEA mengekspor lebih banyak miliknya.

Rusia, produsen minyak dan gas terkemuka merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat di dunia, dan memiliki fasilitas produksi gas yang sangat bocor sehingga menjadi sumber besar metana gas rumah kaca yang kuat.

Simon Stiell, kepala iklim PBB dikatakan sedang meneliti proses Cop dengan maksud untuk memastikan transparansi dan kelancarannya. Dia akan berada di bawah tekanan untuk memastikan bahwa proses negosiasi tidak terlalu rentan terhadap kepentingan bahan bakar fosil.

(BACA JUGA:Selain Bencana Iklim, Jutaan Terumbu Karang di Dunia Akan Mati Akibat Fenomena Pemanasan Global! Kok Bisa?)

UEA memiliki paviliun besar di Cop27, dan delegasi sekitar 1.000 anggota, dua kali lebih banyak dari delegasi terbesar berikutnya, yaitu Brasil.

Pemerintah UEA telah menyatakan niatnya untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050, dan telah banyak berinvestasi dalam energi terbarukan. Badan Energi Terbarukan Internasional berkantor pusat di Abu Dhabi.

(SS)

`
Kategori : Internasional
Sumber : the guardian