Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Surabaya Lakukan Sosialisasi


Ilustrasi Rokok-freepik-Freepik

SEPUTAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan Sosialisasi terkait pencegahan dan penegakan aturan beredernya Rokok Ilegal.

Sosialisasi ini dilakukan bersama jajaran Forkopimda Kota Surabaya beserta Bea Dan Cukai Sidoarjo di Graha Sawunggaling, Rabu (23/11).

Dilansir dari laman resmi Pemkot Surabaya, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengungkapkan bahwa sosialisi pencegahan dan penegakan aturan beredarnya rokok ilegal ini ditujukan kepada anggota Polri (Bhabinkamtibmas), Satpol PP, dan TNI (Babinsa) di lingkup kecamatan dan kelurahan se-kota Surabaya.

(BACA JUGA:25 Ribu Tenaga Non-ASN Pemkot Surabaya Dipastikan Tetap Bekerja Tahun Depan)

Sosialiasi ini dilaksanakan untuk mengetahui ciri-ciri rokok ilegal dan alur peredarannya.

"Tujuan dari sosialisasi ini agar Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan itu mengetahui ciri-ciri rokok ilegal itu seperti apa. Bukan hanya untuk mengetahui cirinya, akan tetapi dengan sosialisasi ini mereka akan mengetahui bagaimana alur peredarannya," jelas Eddy.

Sebelumnya, sosialisai terkait rokok ilegal juga dilaksanakan untuk para pedagang dan toko kelontong serta masyarakat di 31 kecamatan se-Surabaya.

(BACA JUGA:Diperpanjang! Ikutilah Lomba Wawasan Kebangsaan SMP se-Surabaya, Simak Syaratnya di Sini)

"Kemarin tanggal 15 dan 17 November 2022 sudah kami lakukan sosialisasi di 4 kecamatan. Setelah ini, kami lakukan kembali sosialisi di kecamatan lain. Alhamdulillah sambutan dari para pedagang dan masyarakat baik karena mereka tahu ciri rokkl ilegal itu seperti apa," tambah Eddy. 

Eddy menegaskan, jika setelah dilakukan sosialisasi masih terdapat masyarakat yang membeli atau menjual rokok, maka akan dikenakan sanksi pidana.

"hukumannya pidana, maksimal dikenakan hukuman lima tahun penjara," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, Pancoro Agung mengatakan bahwa rokok ilegal akan semakin banyak beredar seiring meningkatnya harga bea dan cukai di tahun 2023.

(BACA JUGA:Bakat Menyanyi? Ikutilah Lomba Cover Lagu Bank Indonesia Surabaya, Berikut Informasi Selengkapnya!)

Agung mengungkapkan bahwa Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo telah melakukan penindakan 1.080 roko ilegal dalam kurun waktu Januari - November 2022. 

Jumlah tersebut merugikan negara sekitar Rp300 - 400 miliar. 

Agung mengatakan, jika rokok ilegal tidak diberantas secara masif, maka pemerintah menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) semakin sedikit. 

"Jika penerimaan berkurang, otomatis DBHCHT yang diterima Pemkot Surabaya juga berkurag. Maka dari itu, operasi besar-besaran itu harus kita lakukan bersama dengan masyrakat. Karena DBHCHT ini juga akan kembali lagi kepada masyarakat," jelas Agung.

(SS)

`
Kategori : Asli Surabaya
Sumber : surabaya.go.id