5 Fase yang Harus Dilewati untuk Sembuh dari Patah Hati


Ilustrasi Patah [email protected]

SEPUTAR SURABAYA - Setiap orang pasti ingin memiliki Hubungan yang baik dan langgeng dengan pasangannya. 

Tetapi, pada kenyataannya tidak semudah yang diharapkan atau yang dibayangkan.

Karena suatu hubungan tidak akan terlepas dari masalah. Baik masalah perselingkuhan, tidak memiliki visi yang sama, bahkan tidak lagi memiliki kecocokan.

Sehingga masalah-masalah tersebut seringkali menjadi alasan dari berakhirnya suatu hubungan di tengah jalan.

Hingga pada akhirnya, hubungan yang berakhir tersebut harus mengorbankan perasaan Anda dan menjadi Patah Hati.

Namun, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Sehingga patah hati tersebut dapat dilalui seseorang dalam beberapa Fase.

Dilansir kanal YouTube Merry Riana, berikut terdapat 5 fase yang akan dilalui saat patah hati.

(BACA JUGA: Simak Inilah 4 Cara Menghidupkan Kembali Tanaman Yang Mati, Salah Satunya Periksa Kadar Air)

1. Fase Penolakan


Ilustrasi Fase [email protected]_studio

Dalam satu minggu pertama, seseorang yang mengalami patah hati pastinya akan merasa shock, menolak dan menganggap bahwa kejadian tersebut hanyalah mimpi.

Tetapi perlu diingat bahwa, tidak ada satupun orang yang ingin ditinggalkan.

Jadi wajar saja, jika di fase ini seseorang akan meluapkan semua perasaan kecewa dengan menangis, mendengarkan lagu-lagu galau, mogok makan hingga meluapkannya dengan makan sebanyak-banyaknya.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, jadi Anda tidak perlu khawatir jika mengalami luapan emosi tersebut.

Namun, perlu diperhatikan juga, bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Sehingga tetap harus dibatasi dan jangan sampai larut dalam kesedihan.

Karena Anda juga harus sadar, bahwa Anda juga memiliki kehidupan yang harus dijalani.

 

2. Fase Marah


Ilustrasi Fase [email protected]

Fase marah merupakan tahapan selanjutnya setelah Anda mengalami fase penolakan. Pada fase ini, Anda akan menyadari bahwa hubungan Anda sudah benar-benar berakhir.

Beberapa orang dalam fase ini mungkin akan marah pada keadaan, hingga marah pada diri sendiri. Karena merasa bahwa hubungan tersebut harus berakhir akibat kesalahan Anda atau pasangan Anda di masa lalu.

Namun, tidak ada salahnya untuk merasa marah, karena marah tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

(BACA JUGA:Tiga Cara Ampuh Hilangkan Noda Bekas Deodoran Pada Kemeja Putih, Salah Satunya Gunakan Cuka!)

Anda dapat menghadapinya dengan perasaan tenang dan selalu berpikir positif.

Karena sebesar apapun kemarahan dan kekecewaan Anda, tetap saja tidak akan merubah keadaan dan hubungan Anda seperti semula.

Anda dapat melewatinya dengan mulai menerima dan memaafkan keadaan Anda.

 

3. Fase Tawar-Menawar


Ilustrasi Fase [email protected]

Setelah beberapa bulan berlalu, seseorang akan mengalami fase tawar-menawar pada diri sendiri.

Meskipun emosi mulai terkendali dan tenang, tidak lagi mengalami penolakan dan kemarahan, namun pada fase ini justru Anda mungkin akan mencari kemungkinan-kemungkinan.

Atau dalam hal ini disebut dengan berandai-andai. Seperti seandainya lebih sabar dan tidak mudah marah, atau seandainya dulu masih mengikuti keinginan pasangan.

Nah, seandainya-seandainya inilah yang akhirnya membuat Anda menjadi berharap untuk kembali, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk dia.

Perlu diingat, bahwa ketika suatu hubungan telah berakhir, ada kalanya Anda harus bisa menerima kesalahan sebagai pembelajaran untuk ke depan.

(BACA JUGA:Tiga Tanaman Hias Cantik,Mudah Dirawat Cocok Bagi Anda Yang Super Sibuk)

Bukan untuk menyalahkan keadaan supaya bisa kembali menjalin hubungan, tetapi belajar dari pengalaman tersebut dan melihat ke depannya.

Apa yang seharusnya akan menjadi lebih baik lagi untuk Anda dan dalam hal ini tidak harus menjalin hubungan yang lama.

Untuk melewati fase ini, Anda dapat belajar untuk menutup semua kenangan supaya Anda juga bisa segera pulih dan menjalani kehidupan seperti semula.

 

4. Fase Depresi


Ilustrasi [email protected]

Pada fase ini, Anda mungkin akan disadarkan dengan kenyataan bahwa Anda tidak akan mungkin kembali dengannya lagi.

Karena dia sudah bersama dengan orang lain, dan memiliki kehidupan yang baru, begitupun juga dengan Anda.

Kenyataan tersebut pastinya tidak mudah untuk dilewati.

Dan pada fase ini juga, akhirnya Anda akan benar-benar sadar bahwa sudah tidak ada harapan lagi untuk kembali dengannya.

Anda mungkin mulai merasa tidak berharga, putus asa, dan melampiaskan kekecewaan tersebut dengan mengurung diri dan sebagainya.

Hal tersebut juga merupakan sesuatu yang wajar. Tetapi pada fase ini, Anda harus mulai melampiaskannya dengan hal-hal positif, yang juga bermanfaat bagi Anda.

Seperti mencari hobi baru, membangun relasi, atau mencari kesibukan lain yang bisa membantu mempercepat proses Move On.

 (BACA JUGA:Menu Sederhana Anti Ribet, Inilah Resep Nasi Kulit Ayam Krispi Sambal Geledek, Lezat ala Devina Hermawan)

5. Fase Menerima


Ilustrasi Cinta yang [email protected]

Perlahan seiring waktu, rasa sakit yang Anda alami setelah melalui keempat fase sebelumnya, sudah mulai berkurang. Bahkan sudah hampir tidak ada lagi.

Anda sudah bisa menata hati dan mulai disibukkan dengan aktivitas yang membuat Anda lupa akan patah hati yang Anda alami.

Dan pada tahap ini juga, Anda mungkin sudah siap untuk menerima seseorang yang baru.

Itulah 5 fase patah hati yang akan dilalui seseorang saat patah hati. Anda tidak perlu melakukan penolakan terhadap keadaan dan kondisi yang Anda alami, melainkan menikmati setiap prosesnya.

Tetap jalani dan percaya, bahwa Anda akan baik-baik saja dan tetap bisa melalui kehidupan Anda dengan baik.

(SS)

 

`
Kategori : Gaya Hidup