Kasus Penipuan Robot Trading Net89, Polisi Sita Sejumlah Aset


Ilustrasi Investasi Bodong-rawpixel.com-Freepik

SEPUTAR SURABAYA - Bareskrim Polri menyita sejumlah Aset dari Tersangka kasus Penipuan Robot Trading Net89.

Sebelumnya, kasus investasi bodong Net89 sempat menyeret sejumlah artis dan influencer di Tanah Air. 

Kini, sejumlah tersangka sudah ditetapkan dan aset milik mereka disita oleh pihak kepolisian.

Dilansir dari PMJ News, Bareskrim Polri menyita aset ruko dan gedung dari tersangka kasus penipuan robot trading Net89 PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (Pt Smi).

(BACA JUGA:Turut Terlibat Dalam Ucapan Miras Minuman Rasulullah, Sule Dilaporkan Ke Polisi!)

"Pada hari Selasa tanggal 22 November pukul 15.00 WiB, Subdit II dua perbankan Polri melakukan kegiatan penyitaan aset PT SMI Net 89 terkait penyidikan perkara robot trading," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Kamis (24/11).

Aset itu berupa aset gedung tower di BSD Boulevard Utara dan kantor di ruko Foresta Business. 

"Berupa satu gedung tower PT SMI Net89 di BSD Boulevard Utara Tangerang senilai Rp7515 miliar, yang kedua kantor PT SMI Net89 di ruko Foresta Business, Tangerang, senilai Rp11 miliar," lanjut Ahmad Ramadhan.

Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti dari tersangka D alias ED.

(BACA JUGA:Fokus Rawat Korban Luka Serius, Kemenkes Terjunkan Sejumlah Tenaga Kesehatan Untuk Korban Gempa Cianjur)

Barang bukti tersebut berupa mobil, jam tangan, uang, tas mewah, laptop, dan handphone.

"Penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah barang bukti tersangka D alias ED yaitu, yang pertama uang tunai Rp300 juta, yang keuda menyita satu mobil senilai Rp270 juta, yang ketiga satu jam tangan mewah merek Rolex senilai Rp240 juta, kemudian menyita satu tas mewah merek LV senilai Rp32 juta, 1 unit laptop senilai Rp6 juta, dan 1 unit handphone," terangnya.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan pemblokiran rekening milik delapan tersangka.

"Saat ini status rekening 8 tersangka tersebut telah dilakukan pemblokiran oleh penyidik," ungkap Kabag penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah, Senin (7/11).

(SS)

`
Kategori : Nasional
Sumber : pmj news