Air PDAM Gratis untuk Warga Miskin Surabaya, Ini Syaratnya!


Ilustrasi Air PDAM -Shutterbug75-Pixabay

SEPUTAR Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menggratiskan air Pdam Surya Sembada untuk warga kurang mampu atau miskin.

Ini dilakukan Eri Cahyadi sebagai bentuk keadilan antara Warga Miskin dan warga yang mampu. 

Dilansir dari laman resmi Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa Tarif air PDAM Surya Sembada tidak pernah naik sejak tahun 2005 dengan batas bawah sebesar Rp600 per meter kubik.

Menurutnya, besaran tarif antara warga pra miskin dan berpendapatan tinggi yang sama ini merugikan warga miskin.

(BACA JUGA:Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Surabaya Lakukan Sosialisasi)

Oleh karena itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempersilakan Direksi PDAM Surya Sembada untuk melakukan penyesuaian tarif air itu.

Ia menekankan agar penyseuaian tarif air bersih dapat diklasifikasikan antara warga tidak mampu dan mampu.

"Saya kemarin meminta ke PDAM untuk membuat kriteriaa. Saya sampaikan, kalau kita mau subsidi orang tidak mampu iti sulit ketika satu orang dikasih Rp100 ribu atau Rp50. Karena itu saya minta untuk warga miskin digratiskan air PDAMnya," ujar Eri Cahyadi, Kamis (24/11).

(BACA JUGA:25 Ribu Tenaga Non-ASN Pemkot Surabaya Dipastikan Tetap Bekerja Tahun Depan)

Eri Cahyadi menyebutkan pengkategorian warga miskin dilakukan berdasarkan Kepmen Permukiman Dan Prasarana Wilayah (Kepmen Kimpraswil) No 403 Tahun 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat dan juga berpedoman pada 14 Kriteria Kemiskinan Badan pusat Statistik (BPS).

"Saya bilang sama Direksi PDAM, bahwa saya ingin bantu orang yang tidak mampu. Berarti apa? Selama itu kriteria rumahnya seluas 45 meter persegi dengan listrik sampai 900 Watt dan lebar jalannya 3 meter, maka penggunannya (air PDAM digratiskan)," jelasnya.

Eri Cahyadi menambahkan bahwa air yang digratistkan itu sampai sekitar 20 meter kubik. 

(BACA JUGA:Diperpanjang! Ikutilah Lomba Wawasan Kebangsaan SMP se-Surabaya, Simak Syaratnya di Sini)

"Maka (penggunaan air) 0-20 meter kubuk itu gratis. Kemudian, (penggunaan air) 20-30 meter kubik ikut tarif lama Rp600. Itu yang kelompok I atau warga tidak mampu," lanjutnya.

Eri Cahyadi juga meminta Direksi PDAM untuk mengklasifikasikan kategori kelompk I lagi. 

Ia meminta untuk luasan rumah 45 meter persegi dengan listrik sampai 900 Watt dan lebar jalan 4-5 meter untuk digratiskan dengan penggunaan 0-10 meter.

Sementara itu, untuk penggunaan air 10-20 meter dikenakan tarif Rp900 per kubik dan untuk penggunaan air 20-30 meter kubik dikenakan tarif Rp1.200 per kubik.

(BACA JUGA:Bakat Menyanyi? Ikutilah Lomba Cover Lagu Bank Indonesia Surabaya, Berikut Informasi Selengkapnya!)

Sedangkan tarif untuk pelanggan lain disesuaikan dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum dan SK Gubernur Jatim Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Pedoman Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum Bagi BUMD kabupaten/kota se-Jawa Timur tahun 2022.

"Ada aturan Permendagri terkait penyesuaian harga tarif PDAM. Surat Edaran Bu Gubernur juga sudah berbunyi, bahwa seluruh PDAM termasuk Surabaya itu ditetapkan harganya Rp2.656. Tapi kemarin saya tentukan agar dibulatkan menjadi Rp2.600 saja, sedangkan warga miskin grtais dengan ketentuan tadi," jelas Eri.

Eri mengatakan bahwa penyesuaian tarif ini direncakan untuk diterapkan pada awal Januari 2023, namun jika Direksi PDAM sudah siap, maka akhir November 2022 dapat disahkan.

(SS)

`
Kategori : Asli Surabaya
Sumber : surabaya.go.id