Tanggapi Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB, Menteri PPPA Sebut Kasusnya Sebagai Dating Violence


Ilustrasi Kekerasan Seksual -ninocare from pixabay-

Surabaya" >Seputar Surabaya - Bintang Puspayoga,Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) angkat suara tentang kasus yahg dialami mahasiswa Universitas Brawijaya atau UB, Novia Widyasari (23).

Novia melakukan bunuh diri dengan meminum racun sianida karena mengalami depresi seusai diperkosa dan dipaksa aborsi.

Pelaku pemerkosaan dan aborsi paksa yaitu kekasihnya yang bernama Randy Bagus.

Bintang kemudian mengatakan bahwa kasus yang dialami Novia merupakan kekerasan dalam berpacaran atau dating violence yang erat dengan kekerasan dan pelanggaran HAM.

"Kasus yang menimpa almarhumah ini adalah bentuk dating violence atau kekerasan dalam berpacaran, di mana kebanyakan korban, setiap bentuk kekerasan adalah pelanggaran HAM," ujarnya melalui keterangan pers tertulis yang dikutip pada Senin (6/11/2021).

(BACA JUGA:Dokter Gia Tanggapi Surat Penolakan Autopsi NW: Terlalu Berbahasa Hukum Mengerti Tolak Autopsi Luar dan Dalam)

Bintang menyebutkan bahwa dating violence dapat memunculkan beberapa kerugian yang dapat menyerang beberapa aspek kehidupan seseorang seperti fisik, seksual, psikologis.

Hal yang lebih parah praktik dating violence ini bisa memunculkan ancaman, pemaksaan, dan perampasan kemerdekaan individu baik di ruang publik maupun privat.

`
Kategori : Nasional