Surat Terbuka untuk Panglima TNI, Tuntut Pembatalan Pengangkatan Untung Budiharto Sebagai Pangdam Jaya


Serah Terima Jabatan Panglima TNI--SS Instagram @puspentni

SEPUTAR SURABAYA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terbitkan surat terbuka bersama beberapa organisasi ditujukan untuk Panglima Tentara Negara Indonesia Jenderal Andika Perkasa.

Surat terbuka tersebut berisikan pembatalan pengangkatan Untung Budiharto Sebagai Panglima Kodam Jaya, pada Kamis (14/1).

Dalam surat terbuka yang dikeluarkan KontraS dan beberapa organisasi, penunjukkan Mayjen Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya bukan suatu masalah mengangkat pelaku kejahatan seserius penculikan atau penghilangan paksa untuk menduduki jabatan strategis seperti Pangdam Jaya.

Surat Terbuka yang ditujukan untuk Panglima TNI Andhika Perkasa, juga mengatakan bahwa Mayjen Untung Budiharto merupakan pelaku penghilangan paksa aktivis 1997–1998 semestinya dapat menjadi alasan untuk tidak mengangkat sosok yang punya rekam jejak melakukan kejahatan kemanusiaan.

(BACA JUGA:[Breaking News] Gempa Susulan Terjadi di Barat Daya Banten dengan Kekuatan M 5,7)

Dasar Hukum dan Alasan Surat Terbuka

1. Mayjen Untung Budiharto merupakan anggota Tim Mawar, berdasarkan Putusan Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta No. PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999 dan Putusan Mahkamah Militer Agung 24 Oktober 2000. Dirinya bersama 10 terdakwa lain dinyatakan bersalah dan diberikan sanksi pidana.

`
Kategori : Nasional