Wabah PMK pada Ternak Ternyata Tidak Berbahaya untuk Manusia, Ketahui Cara Konsumsinya


Ilustrasi sapi-Alexas_Fotos-pixabay.com

SEPUTAR SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan jika Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada ternak sapi, domba, babi, dan kambing tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kementan lewat unggahannya di Instagram @kementerianpertanian, yang mengatakan bahwa daging dan susu tetap aman selama dimasak dengan benar.

“PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” unggah Kementan dalam Instagram resmi @kementerianpertanian, Kamis (12/5).

Kementan juga telah merilis Pedoman Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia, sebagai acuan nasional dalam melakukan tindakan untuk kesiapan Indonesia menghadapi masuk danterjadinya Wabah Pmk di Indonesia.

Pedoman Pemasakan Susu

1. Penangan susu jenis ultra high temperature (UHT) harus dipanaskan hingga suku 132 derajat celcius paling sedikit satu detik.

(BACA JUGA:Hati-hati Virus PMK! Sekarang Makan Daging Harus Selektif, Mentan Imbau Jangan Makan Bagian Ini)

2. Susu dengan pH kurang dari 7 harus dipanaskan pada suhu 72 derajat celcius selama 15 detik, disebut dengan metode high temperature short time (HTST).

3. Susu dengan pH diatas 7 diproses menggunakan metode HTST sebanyak dua kali.

Pedoman Mengonsumsi Daging dan Jeroan

1. Daging tidak perlu dicuci sebelum diolah, rebus daging selama 30 menit di air mendidih.

2. Jika daging tidak langsung dimasak atau akan disimpan di freezer maka daging bersama kemasan disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin (chiller) minimal 24 jam baru kemudian masukkan dalam freezer.

3. Jika jeroan masih dalam keadaan mentah, rebus dalam air mendidih selama 30 menit sebelum disimpan maupun diolah.

(BACA JUGA:Tak Berperikemanusiaan! Kemenlu Kutuk Tragedi Jurnalis Al Jazeera yang Tertembak Mati saat Meliput Serangan Tentara Zionis)

4. Rendam bekas kemasan daging dengan detergen/pemutih pakaian/cuka dapur untuk mencegah pencemaran virus ke lingkungan.

`
Kategori : Kesehatan