Ramai Wabah PMK pada Sapi, Pakar Unair Beberkan Upaya Disinfeksi untuk Memutus Penyebaran Virus


Penyemprotan desinvektan pada kandang sapi-Ditjen PKH-Kementan

SEPUTAR SURABAYA - Prof Dr drh Fedik Abdul Rantam Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) beberkan upaya memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Prof Fedik Abdul Rantam menyebut penting untuk segera memutus penyebaran dengan cara melakukan disinfeksi di kawasan lingkungan peternakan.

Hal tersebut diungkapkannya, sebab tingkat penularan PMK tergolong tinggi. Penyebarannya dapat melalui berbagai cara yaitu, udara, makanan, kotoran yang menempel pada alas kaki, pakaian, kontak langsung, peralatan kandang dan jarum suntik.

“Disinfeksi dapat diberikan pada kandang. Ini menjadi upaya memutus dan mencegah penularan virus penyebab PMK secara lebih luas,” tegas Fedik, dilansir dari Unair News.

Jenis Disinfektan

Peternak dapat memilih berbagai macam jenis disinfektan, seperi Kalsium Karbonat 3 persen; KMNO4 3 persen; Formaldehyde 1 persen; Sodium hypochlorite 3 persen; Sodium hydroxid 2 persen.

(BACA JUGA:CEK FAKTA: Gubernur DKI, Anies Baswedan Mendapat Gelar Kehormatan Amirul Amanah dari Arab Saudi, Benarkah? Begini Faktanya )

Adapun jenis disinfektan lainnya seperti, Sodium Karbonat 4 persen; Citric Acid 0,2 persen; atau Sodium Chlorite 1 persen.

Prof Fedik menjelaskan peternak dapat memilih salah satu disinfektan saja. Selain itu menurutnya terdapat beberapa disinfektan yang kurang efektif terhadap virus seperti Chlorine Dioxide dan Iodophores.

“Untuk disinfektan berbahan Chlorine Dioxide dan Iodophores masih memiliki kemungkinan untuk virus mengalami resistensi," menurutnya.

Pembuatan Mandiri Disinfektan

Prof Fedik menyampaikan bahwa disinfektan dapat dibuat sendiri oleh peternak. Utamanya bagi peternak di daerah yang tidak mendapat disinfektan komersial.

“Peternak bisa membuat sendiri dengan cukup efektif. Dengan pendekatan virologi, salah satunya menggunakan kaporit dengan suspensi 10 persen, lalu diencerkan menjadi 2 persen supaya lebih mild (ringan),” terangnya.

(BACA JUGA:Biodata Sosok Bramdani, Pemain Baru Persebaya Surabaya di Liga 1 2022-2023)

“Kaporit tidak berefek buruk bagi hewan, namun kalo terlalu tinggi kadarnya menjadi oksidator sehingga alat (berbahan besi) menjadi berkarat,” tambahnya.

`
Kategori : Nasional