Minggu 01-08-2021,05:35 WIB

Pakar FK Unair Sebut Vitamin D Setara dengan Vaksin dalam Melawan Virus Corona, Ini Penjelasannya




SEPUTAR SURABAYA - Baru-baru ini beredar kabar yang menyebutkan vitamin D dapat bermanfaat untuk melawan COVID-19.

Cara termudah untuk mendapatkan vitamin jenis ini adalah dengan berjemur di bawah terik matahari. Mirisnya, walaupun Indonesia tergolong sebagai negara tropis yang mendapat banyak sinar matahari, WHO menyebut kadar vitamin D rata-rata penduduk Indonesia hanya 17,2 saja.

Artinya, angka tersebut menunjukkan kadar yang sangat rendah. Bahkan, berada di posisi yang paling rendah dibandingkan negara-negara Asean lainnya.

Melansir dari laman berita Universitas Airlangga (Unair), beberapa waktu lalu alumnus Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Unair, Henry Suhendra membahas hal ini dalam kanal YouTube milik Deddy Corbuzier.

Berdasarkan penelitian di Boston tahun 2020, kata Henry, menunjukkan vitamin D mampu mengurangi kemungkinan infeksi virus COVID-19 hingga 54%. Namun, perlu digaris bawahi bahwa kondisi ini bisa dicapai bila kadar vitamin D tubuh dalam kondisi optimal.

(BACA JUGA:Vitamin D Memiliki Manfaat untuk Menurunkan Risiko COVID-19, Begini Penjelasannya)

"Ini hampir sama dengan vaksin lho. Kan lumayan banyak. Kalau vaksin 60% sampai dengan 65%, beda-beda," terang Henry seperti yang dilansir dari Unairnews pada Senin, (19/7).

Ia menuturkan, vitamin D merupakan super hormon yang mempengaruhi seluruh sel. Pasalnya, reseptornya terdapat pada semua sel di seluruh tubuh sehingga bisa menghindari beragam penyakit jika vitamin D dalam tubuh optimal.

"Kalo Vitamin D kita optimal, artinya kita akan baik-baik saja. Tidak ada penyakit-penyakit," ujarnya.

Vitamin D memang dikenal punya banyak manfaat dalam menangkal berbagai infeksi. Vitamin jenis ini juga mampu membantu melawan kanker, sakit jantung, dan autoimun. Tentunya jika optimal 100%.


Tags : #dr henry suhendra #vitamin d #covid-19 #vaksin covid-19 #vitamin d mencegah covid #vitamin untuk mencegah covid
Kategori : Kesehatan
Reporter : Lintang Dinar Armadyane
Editor : Avilia