Antisipasi Virus PMK pada Hewan Ternak, MUI Susun Panduan Ibadah Qurban, Begini Penjelasannya


Ilustrasi hewan qurban-Pixabay-

SEPUTAR SURABAYA - Menjelang Idul Adha, Majelis Ulama Indonesia (Mui) menyusun Panduan Ibadah Qurban 1443 H/2022 sebagai langkah antisipasi penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK).

Untuk menyusun panduan ini, MUI juga melibatkan sejumlah pihak, diantaranya pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian di Kantor MUI, Jumat (27/5).

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorus Niam Sholeh mengatakan, ibadah qurban kali ini membutuhkan penjelasan terkait Virus Pmk yang sedang terjadi, mulai dari dampak hingga upaya mitigasinya.

"Untuk itu MUI mengundang dan mendengar penjelasan ahli dari IPB dan Kementan sebagai penanggung jawab," tutur Niam dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman MUI.

Selain pembahasan intensif untuk menyusun pedoman keagamaan dalam ibadah qurban 1443 H, Komisi fatwa juga akan melakukan rapat khusus.

(BACA JUGA:Ramai Wabah PMK pada Sapi, Pakar Unair Beberkan Upaya Disinfeksi untuk Memutus Penyebaran Virus)

Rapat tersebut dilaksanakan untuk membuat drafting dan sidang fatwa yang membahas panduan baik nanti dalam bentuk fatwa atau khusus sebagai bentuk panduan atau pedoman dari Komisi Fatwa MUI.

Sementara itu, Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan, Kementerian Pertanian, Dr med vet drh Denny Widaya Lukman, MSi, mengungkapkan bahwa virus PMK ini tidak memiliki dampak apapun pada kesehatan manusia.

Pihaknya memberikan himbauan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan penularan virus PMK kepada Hewan Ternak dan nonternak lainnya.

“Ini adalah masalah serius pada hewan, kita mengatur lalu lintas peredaran daging qurban, harapannya jikalau ada kemungkinan virus ada di bagian tubuh hewan yang dipotong kemudian tidak terdeteksi, maka tidak akan jatuh/mencemari lingkungan yang nantinya lingkungan itu akan menyebarkan penyakit tersebut ke ternak yang lain,” terang Denny.

Di sisi lain, Anggota tim pakar penyusun Surat Edaran Qurban pada masa Pandemi Covid-19 dan wabah PMK, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga ikut berpartisipasi.

(BACA JUGA:Wabah PMK pada Ternak Ternyata Tidak Berbahaya untuk Manusia, Ketahui Cara Konsumsinya)

Pihaknya berharap, MUI bisa mengimbau masyarakat agar melaksanakan kurban secara daring melalui Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) atau tempat yang telah mendapatkani izin penyembelihan dari Pemda.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan yang berasal dari penularan virus PMK hewan qurban.

Lebih jauh, pihaknya juga menegaskan bahwa Virus PMK tidak membahayakan bagi kehidupan manusia, namun penanganan yang salah pada daging hewan qurban yang terinfeksi bisa mencemari lingkungan.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Nasional