Minggu 01-08-2021,04:50 WIB

Peraih Nobel Kedokteran Sebut Penerima Vaksin Akan Mati Dalam 2 Tahun, Cek Faktanya Disini





Ilustrasi Vaksin--pixabay.com

SEPUTAR SURABAYA – Beberapa waktu lalu beredar ungkapan mengejutkan yang dikabarkan berasal dari peraih nobel bidang kedokteran Luc Montagnier. Ungkapannya yang ramai dibicarakan yaitu penerima vaksin hanya dapat bertahan hidup dalam 2 tahun.

Kabar tersebut menyebar luas di media sosial dan aplikasi pesan instan terenkripsi.

Pesan yang beredar tersebut disertai tautan yang merujuk pada sebuah berita berjudul Nobel Prize winner: Mass COVID vaccination an 'unacceptable mistake' dan diikuti narasi sebagai berikut:

(BACA JUGA:Cek Fakta: Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia, Benarkah?)

BREAKING NEWS: Semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun

Pemenang Hadiah Nobel Luc Montagnier telah mengonfirmasi bahwa tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup bagi orang-orang yang telah menerima segala bentuk vaksin. Dalam wawancara yang mengejutkan, ahli virologi top dunia menyatakan dengan kosong: 'tidak ada harapan, dan tidak ada pengobatan yang mungkin bagi mereka yang telh divaksinasi. Kita harus siap untuk membakar mayat.'

Jenius ilmiah mendukung klaim ahli virologi terkemuka lainnya setelah mempelajari konstituen vaksin.

'Mereka semua akan mati karena peningkatan yang bergantung pada antibodi. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.'

Dalam pesan itu, disebutkan bahwa Luc Montagnier mengkonfirmasi orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun dan tidak ada harapan ataupun pengobatan.

Lantas bagaimana faktanya, apakah berita yang beredar itu benar adanya?


Tags : #luc montagnier #peraih nobel #vaksinasi #penerima vaksin akan mati dalam dua tahun #cek fakta #hoax vaksinasi #hoax
Kategori : Cek Fakta
Reporter : Fina Ferdianti Marsyela
Editor : Avilia