Minggu 01-08-2021,03:42 WIB

Peneliti di China, Tewas Tertular Virus Monyet B





monyet-Pixabay-Pixabay/@a_m_o_u_t_o_n

SEPUTAR SURABAYA- Pertama kalinya, seorang peneliti sekaligus dokter hewan dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Virus Monyet B (BV) di China. 

Kasus yang menimpa dokter hewan tersebut adalah kejadian infeksi BV manusia pertama yang diidentifikasi di China.

Dikutip dari Global Times (17/07), China CDC Weekly English Platform of Chinese memberikan keterangan mengenai awal mula gejala Virus Monyet B yang dialami dokter hewan di institusi primata non-manusia tersebut. 

(BACA JUGA:Mulai Besok, Singapura Terapkan Siaga Tinggi COVID-19)

"Dokter yang berusia 53 tahun itu mulanya mengeluhkan gejala awal mual dan muntah, sebulan setelah ia membedah dua monyet mati di awal Maret," demikian keterangan global times.

Para peneliti juga telah mengumpulkan cairan serebrospinal (cairan batang otak) dokter hewan pada bulan April dan mengidentifikasinya sebagai positif BV, tetapi sampel dari teman peneliti sejawat lainnya menunjukkan hasil negatif untuk virus tersebut.

Virus itu ditemukan pada tahun 1932, berjenis alphaherpesvirus enzootic dan ditemukan di monyet genus Macaca.

Virus itu bisa ditularkan melalui kontak langsung cairan tubuh, dan memiliki persentase tingkat kematian antara 70 hingga 80 persen.

(BACA JUGA:Pemerintah Tambah Anggaran Rp55,21 Triliun untuk Bantuan Sosial)

Dalam jurnal tersebut disebutkan Virus Monyet B merupakan ancaman bagi peneliti. Terdapat anjuran agar para peneliti terlebih dulu menghilangkan Virus B selama pengembangan koloni rhesus bebas patogen spesifik serta meningkatkan pengawasan di kera yang menjadi sampel percobaan. (SS) 


Tags : #virus monyet b #infeksi bv #serebrospinal #china #peneliti tewas
Kategori : Internasional
Reporter : Elda Indriana
Editor : Gus Zain