Minggu 01-08-2021,05:47 WIB

Dosen FH UI Kritik Revisi Statuta UI Melalui Twitter, Ganjar Bondan: @univ_indonesia, kamu memalukan!




SEPUTAR SURABAYA -  Melalui Peraturan Pemerintah No.75 Tahun 2021, Universitas Indonesia resmi merevisi Statuta UI (02/07). 

Hal tersebut menjelaskan bahwa peraturan sebelumnya yakni PP Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI, tidak lagi berlaku per tanggal tersebut. 

Perubahan ini langsung menjadi sorotan publik dan menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat, salah satunya Dosen Fakultas Hukum (FH) UI, Gandjar Laksamana Bondan. Ganjar sangat menyayangkan tindakan Universitas Indonesia yang merevisi Statuta UI terkait persoalan rangkap jabatan rektor UI Ari Kuncoro di BUMN. 

(BACA JUGA:Ombudsman RI Temukan Data Maladministrasi TWK KPK )

Dalam akun twitternya @gandjar_bondan, Ganjar menanggapi persoalan tersebut, ia menunggu pernyataan Arie Kuncoro selaku Rektor UI. 

"Menunggu pernyataan sikap Pak Arie Kuncoro Rektor UI terkait rangkap jabatan dan Statuta baru UI @univ_indonesia, kamu memalukan!

 Jangan harap hukum ditegakkan oleh orang yang tak menghormati etika!

#laranganrangkapjabatan

 

Saya menolak Statuta baru UI sebagaimana diatur dalam PP No. 75 tahun 2021. Saya tidak malu.

Pelanggar Statuta lama, para pengubah Statuta, dan pendukungnyalah yang seharusnya malu!

@univ_indonesia, kamu lemah!

 

Kirain cuma RS yang kesusahan oksigen, ternyata UI juga! Padahal kampus Depoknya hijau asri...

Sesak nafas semua gara-gara pelanggaran larangan rangkap jabatan oleh yang dibiarkan dan perubahan Statuta UI yang diduga berbasis transaksi kepentingan.

 

Kampus bebas dari politik bukan berarti buta apalagi tutup mata dari urusan politik.

 

Yang level UU (KPK) aja diubah. Apalagi Statuta UI yang cuman PP...

Emang susah kalo udah kebelet!

 

Penegak aturan dikebiri.

Diberi sanksi bahkan diterminasi.

Pelanggar aturannya malah dilindungi.

Bahkan aturannya direvisi.

Semua demi politisi yang ingin mewariskan kekuasaan hanya pada darah dagingnya sendiri.

NKRI jadi Negara Kerajaan Raya Indonesia.

 

Namanya rangkap jabatan.

Faktanya ya babu kekuasaan!

 

Tiada gunung yang tak bisa kudaki,

tiada lautan yang tak bisa kuarungi,

tiada jabatan yang tak bisa kuraih...

karena tak ada aturan yang tak bisa kurevisi!

ciyeee...! ciyeee...!

 

Pingin denger argumentasi mereka yang tak keberatan atau bahkan mendukung rangkap jabatan.

Ada?

 

Bagi sebagian orang, rangkap jabatan dianggap bukan pelanggaran hukum. Tapi pelanggaran etik. OK-lah.

Makanya jangan berharap hukum akan ditaati atau bahkan ditegakkan oleh orang yang tak menghormati etika.

Gitu, ssob...!


Tags : #statuta ui #arie kuncoro #rektor ui #pp 17/2021 #presiden jokowi #universitas indonesia
Kategori : Nasional
Reporter : Elda Indriana
Editor : Gus Zain