Viral Pemalakan di Wisata Gunung Bromo, Ternyata Ini Sosoknya! Minta Maaf dan Janji Begini


Viral Pemalakan di Gunung [email protected]

SEPUTAR SURABAYA - Viral di media sosial aksi pemalakan di Wisata Gunung Bromo. Sebuah akun yang diketahui merupakan wisatawan Gunung Brimi mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang tukang ojek kuda yang meminta uang 50 ribu kepada pengunjung tersebut.

Pengunjung itu merekam sang tukang ojek kuda dari belakang di Kaldera Bromo. Tak disangka tukang ojek tersebut malah berbalik arah dan meminta uang Rp50 ribu.

Oknum ojek kuda tersebut meminta sang pengunjung membayar lantaran tidak izin terlebih dahulu ketika merekam video.

(BACA JUGA:Fokus Pemulihan Cedera, Gideon/Kevin dan Pramudya/Yeremia Dipastikan Absen 3 Turnamen BWF)

Video yang diunggah akun Tiktok @aldidutcho ini kemudian viral dan ditonton 8,3 juta kali. Tak hanya itu netizen juga memberikan 487 ribu like dan 10 ribu komentar.

Hebohnya video ini membuat yang bersangkutan buka suara dan menyampaikan responnya.

Oknum ojek kuda tersebut diketahui bernama Suyono (52) seorang warga Dusun Cemara Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

(BACA JUGA:Wajib Tahu! Inilah 8 Manfaat Daun Binahong yang Berguna untuk Melawan Penyakit dan Menyehatkan Kulit)

Melalui akun @aziz_bonc,  menyampaikan penyesalan dan permintaan maafnya atas perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

"Selamat siang kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya Pak Suyono, pemandu kuda di wisata Gunung Bromo. Meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Aldi pemilik akun tiktok aldidutcho dan berjanji tidak mengulangi lagi," katanya dalam video permintaan maaf itu.

Pengusutan kasus ini dikawal oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi. Pihaknya bergerak cepat dan berkoordinasi dengan TNI dan TNBTS untuk menindaklajuti video yang viral itu.

(BACA JUGA:Jelang Idul Adha 1443 H, Catat Ini Jadwal dan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah )

"Kepolisian bersama TNI dan TNBTS turun tangan dengan memberikan hukuman untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Langkah cepat ini dilakukan untuk mewujudkan sikap humanis dan menjaga kearifan budaya lokal," dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Terkait kasus ini menurut Teuku Arsya tak perlu diperpanjang lagi karena yang bersangkutan sudah sadar dan jera atas apa yang telah dilakukannya.

"Pelaku selain membuat kegaduhan dan menyakiti perasaan wisatawan serta masyarakat luas, juga melakukan tindakan pemerasan," tegasnya.

(BACA JUGA:Bakal Temui Zelensky-Putin, Media Asing Sebut Presiden Jokowi Sebagai Juru Damai)

Pihaknya menyebut bahwa sang oknum ojek kuda ini mendapat restoratif justice.

"Mengingat itikad baik dari pelaku pun menjadi alasan untuk diberikan restoratif justice. Apalagi saat ini sektor Pariwisata Gunung Bromo kini mulai bangkit semenjak pandemi Covid-19" pungkasnya

(SS)

`
Kategori : Nasional