Solar Bersubsidi Rentan Penyelewengan, DPR Ungkap Pengawasan Lewat Digitalisasi SPBU


Ilustrasi BBM bersubsidi-IADE-MICHOKO-Pixabay
SEPUTAR SURABAYA
- Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi menilai bahwa distribusi solar bersubsidi sangat rentan diselewengkan untuk kebutuhan industri. Pihaknya menyebutkan, perlu pengawasan melalui digitalisasi SPBU.

Hal ini disampaikan pada rapat Komisi VII Dpr dengan BPH Migas pada Kamis (23/6).

Bambang mengungkapkan, selalu ada potensi penyelewengan Solar Bersubsidi ke sektor industri yang tidak berhak menerimanya.

(BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Alami Letusan Dahsyat! Sebanyak 7 Kali dalam Sepekan)

Menurutnya, hal ini sangat merugikan dan membebani APBN sehingga pihaknya mendesak pemerintah untuk mengawasinya secara ketat.

"Pemerintah harus memikirkan masyarakat terutama daya beli masyarakat yang menurun. Untuk itu, subsidi harus diberikan kepada rakyat. Namun, kita tidak menginginkan subsidi tersebut disalahgunakan untuk mengambil keuntungan, karena ada disvaritas harga antara solar subsidi dan solar industri," ujar Bambang yang dikutip dari laman resmi DPR.

Lebih dari itu, Bambang juga mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam mengawasi BBM bersubsidi adalah dengan Digitalisasi Spbu.

(BACA JUGA:PT Tempuran Emas Buka Lowongan Kerja, Berikut Posisi dan Kualifikasi yang Dibutuhkan)

Legislator dapil Jatim IV ini melanjutkan, dengan perangkat digital yang terpasang di semua SPBU maka petugas bisa memonitor semua kendaraan yang masuk untuk mengisi bahan bakar.

Selain itu, pengawasan tersebut juga dilengkapi dengan video analitik yang mencatat pengeluaran BBM di SPBU sekaligus melihat plat kendaraan yang masuk.

"Transaksi pembelian dicatat, lengkap dengan nomor polisi dan dimonitor melalui perangkat video analitik. Ini menjadi hal penting dalam mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi," imbuh Bambang.

(BACA JUGA:Presiden Jokowi Jawab Keraguan Soal Pembangunan IKN: Lho Sudah ada UU-nya!)

Bambang berharap, dengan adanya program digitalisasi SPBU sekaligus juga bisa memantau ketersediaan BBM bersubsidi yang beredar di tengah masyarakat.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Nasional