Bagaimana Cara Beli Minyak Goreng Curah Terbaru? Begini Penjelasan Luhut


Ilustrasi minyak goreng-HomeMaker-pixabay

SEPUTAR SURABAYA - Menteri Koordinator Kemaritiman Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Cara Membeli Minyak Goreng curah baru. 

Kemenko Marves bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian melakukan koordinasi terkait hal tersebut.

Luhut menjelaskan, setelah masa sosialisasi usai, seluruh penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

(BACA JUGA:5 Manfaat Jus Lemon Bagi Kesehatan, Bisa Menangkal Berbagai Penyakit hingga Menutrisi Kulit dari Penuaan)

Di sisi lain, bagi masyarakat yang belum meiliki aplikasi tersebut masih bisa membelinya dengan cara menunjukkan NIK (KTP).

"Masa sosialisasi akan dimulai besok Senin (27/6) dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan MGCR dengan harga eceran tertinggi (HET)," terang Luhut dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6).

Pembelian MGCR di tingkat konsumen juga akan dibatasi yaitu maksimal 10 kg untuk satu NIK per harinya.

(BACA JUGA:Kemenkes Laporkan Penambahan Kasus Hepatitis Akut Misterius, Ada 70 Kasus di 21 Provinsi)

Selain itu, minyak goreng bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi yakni Rp14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

MGCR tersebut bisa didapatkan di penjual yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yaitu Warung Pangan dan Gurih.

Luhut menjelaskan, pemerintah melakukan upaya perubahan sistem ini untuk memberikan kepastian akan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi seluruh lapisan masyarakat.

(BACA JUGA:Info 10 Lokasi Vaksin Dosis 1, 2, dan 3 (Booster) di Kota Surabaya Hari Sabtu 25 Juni 2022)

Adapun fungsi dari aplikasi PeduliLindungi yaitu menjadi alat pemantau dan pengawasan di lapangan untuk memitigasi adanya penyelewengan di berbagai tempat.

Pengawasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Lebih dari itu, pemerintah juga telah berupaya dengan mengambil beberapa kebijakan terkait harga minyak goreng yang sempat meningkat. Hasilnya, harga minyak goreng turun di beberapa daerah.

(BACA JUGA:Heboh Soal Promosi Minuman Beralkohol Holywings Untuk Muhammad dan Maria, Begini Penjelasan Polisi)

Kendati demikian, Luhut menegaskan untuk terus melakukan pengawasan terkait distribusi minyak goreng.

"Saya ingin nantinya distribusi bisa dipastikan berjalan hingga ke level terbawah. Jangan sampai ada daerah yang tidak mendapatkan minyak goreng curah rakyat di bawah kebutuhannya. Tapi ini semua masih akan membutuhkan waktu," tandas Luhut.

Lebih jauh, Luhut telah membentuk Task Force untuk menyebarluaskan informasi terkait transisi sistem baru kepada masyarakat.

(BACA JUGA:Mengapa Mata Silinder Bisa Terjadi? Begini Penjelasan Pakar UGM dan Cara Mengatasinya)

Nantinya, tim tersebut akan menyediakan sejumlah saluran informasi untuk melayani pertanyaan maupun keluhan yang muncul dari masyarakat terkait pembelian MGCR.

Dengan begitu, ke depannya masyarakat bisa mengakses informasi terkait sosialisasi penjualan dan pembelian MGCR melalui kanal media sosial yang akan disiapkan.

Menurut Luhut, masyarakat bisa mengakses terkait sosialisasi penjualan dan pembelian MGCR mulai Senin (27/6) lwat kanal resmi media sosial instagram @minyakita.id dan juga website linktr.ee/minyakita.

(BACA JUGA:Solar Bersubsidi Rentan Penyelewengan, DPR Ungkap Pengawasan Lewat Digitalisasi SPBU)

Luhut melanjutkan, hal ini merupakan upaya dari pihak Kementerian dan Lembaga terkait untuk mengurai masalah minyak goreng. Proses ini, kata Luhut, membutuhkan waktu penyesuaian.

"Pada tahap awal tentu akan membutuhkan penyesuaian, tapi saya yakin masyarakat pasti bisa cepat beradaptasi dengan sistem baru ini, karena tujuannya adalah untuk kebaikan bersama," pungkas Luhut.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Nasional