Sudah Tau Belum? Begini Lho Proses Penyebaran Cacar Monyet Menurut Kementerian Kesehatan


Virus Monkeypox-SamuelFrancisJohnson-pixabay

SEPUTAR SURABAYA - Cacar Monyet atau Monkeypox belakangan ini sedang banyak dibicarakan karena penyebarannya yang tengah meluas di dunia. Demi memperingatkan warga Indonesia atas Monkeypox ini, Kementerian Kesehatan kemudian membeberkan proses penularan dari Cacar Monyet ini.

Menurut artikel yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada laman resmi Sehat Negeriku, cacar monyet atau monkeypox ini bisa menyebar melalu hewan ke hewan kemudian hewan ke manusia.

Sesuai yang disampaikan oleh salah satu juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, penyebaran cacar monyet dari hewan ke manusia bisa melalui kontak yang dilakukan secara langsung.

(BACA JUGA:Makan Daging Qurban Tanpa Khawatir Darah Tinggi, Inilah 5 Tips Mujarab ala dr. Zaidul Akbar)

“Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia,” ujar dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di Jakarta pada Jumat (24/6).

Penularan dari hewan ke manusia ini dapat diawali dengan kontak oleh manusia dan hewan dimulai dari cairan tubuh terutama pada bagian tubuh yang memiliki cacar pada tubuh hewan.

Tak hanya melalui kontak langsung dengan hewan yang tubuhnya terdapat cacar, namun mengkonsumsi daging hewan yang tidak dimasak dengan matang.

(BACA JUGA:5 Manfaat Jus Lemon Bagi Kesehatan, Bisa Menangkal Berbagai Penyakit hingga Menutrisi Kulit dari Penuaan)

Kemudian untuk penyebaran melalui manusia ke manusia lain adalah dengan udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Lalu kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadinya droplet.

dr. Syahril kemudian menambahkan bahwa penyebaran ini bisa juga didapatkan oleh bayi dari sang Ibu melalui transmisi atau plasentanya.

Sementara itu, untuk masa inkubasi cacar monyet atau monkeypox ini dapat memakan waktu sebanyak 5 hingga 13 hari atau 5 hingga 21 hari.

(BACA JUGA:Mengapa Mata Silinder Bisa Terjadi? Begini Penjelasan Pakar UGM dan Cara Mengatasinya)

Dalam masa inkubasinya, terdapat dua periode. Yang pertama adalah masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari. Pada kurun waktu tersebut pasien akan mengalami Demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.

Pada periode ke dua, masa erupsi, dapat terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, yaitu mulai terjadinya ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

Dilain itu, diketahui hingga saat ini belum ada laporan mengenai Infeksi cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Meski begitu, pemerintah tetap mempersiapkan 2 laboratorium sebagai upaya untuk mendeteksi monkeypox secara dini.

Ikuti berita terkini dari Seputar Surabaya di Google News, klik disini

(SS)

`
Kategori : Kesehatan