Alamat Rumah Anies Tak Diganti, Guntur Romli Protes: Dia Gak Mau Ribet!


Guntur Romli-Cokro TV-Youtube

SEPUTAR SURABAYA - Guntur Romli berkomentar tentang Anies Baswedan yang mengganti sejumlah nama Alamat di Jakarta. Ia protes lantaran Alamat rumah Anies sendiri tidak diganti.

Seperti yang diketahui, Gubernur Dki Jakarta Anies Baswedan resmi mengganti sebanyak 22 nama jalan di ibu kota Jakarta.

Nama jalan ini diganti dengan nama-nama tokoh Betawi sebagai wujud penghormatan. Perubahan tersebut memantik berbagai respon salah satunya dari aktivis dan politikus Partai Solidaritas Indonesia, Guntur Romli.

(BACA JUGA:Terbang ke Jerman, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Disambut Para Petinggi Ini)

Namun kali ini Ia mengritik lantaran alamat rumah Anies tidak termasuk dalam alamat yang diganti.

Hal tersebut disampaikan melalui Twitternya, Minggu (26/6) sembari mengunggah tangkapan layar yang menujukkan alamat rumah orang nomor satu di DKI ini.

"Kediaman Anies Baswedan terletak di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan. Jalan menuju rumahnya tak lebar, hanya muat dilalui satu mobil. Jika dua mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah mundur," demikian isi tangkapan layarnya.

Ketika mengetahui alamat Anies tidak ada dalam daftar alamat yang diubah, Guntur Romli menilai Anies tak ingin ribet melainkan mebuat ribet orang lain.

(BACA JUGA:Megawati Wariskan Rakyat Miskin Lebih Banyak dari SBY, Jumlahnya Bikin Tercengang Segini)

"Rumah Anies Baswedan berada di Jalan Lebak Bulus Dalam II, termasuk yang diubah? Enggak. Dia sih gak mau ribet. Cuma bisa bikin ribet banyak orang!" tulisnya @GunRomli, Minggu (26/6)

Menurutnya Kebijakan Anies tersebut menyusahkan masyarakat karena harus mengganti data kependudukan dan administrasi.

Menlansir dari akun Twitter @marlina_idha, berikut daftar nama jalan DKI Jakarta yang diubah alamatnya:

1. Jalan Entong Gendut, yang sebelumnya bernama jalan Budaya.

2. Jalan Haji Darip, sebelumnya bernama jalan Bekasi Timur Raya.

3. Jalan Mpok Nori, sebelumnya bernama jalan Raya Bambu Apus.

(BACA JUGA:Unik! Cara Cuci Piring Prasmanan di Purwakarta Pakai Serbuk Kayu, Netizen: Irit Air...)

4. Jalan H Bokir bin Dji'un, sebelumnya bernama jalan Raya Pondok Gede.

5. Jalan Raden Ismail, yang sebelumnya bernama jalan Buntu.

6. Jalan Rama Ratu Jaya, sebelumnya bernama jalan BKT sisi barat.

7. Jalan H Rohim Sa'ih, sebelumnya bernama jalan Bantaran Setu Babakan Barat.

8. Jalan KH Ahmad Suhaimi, sebelumnya bernama jalan Bantaran Setu Babakan Timur.

9. Jalan Mahbub Djunaidi, sebelumnya bernama jalan Srikaya.

10. Jalan KH Guru Anin, sebelumnya bernama jalan Raya Pasar Minggu).

(BACA JUGA:Lion Air Buka Rekrutmen Pendidikan Gratis Pramugara dan Pramugari, Ini Persyaratannya)

11. Jalan HJ Tutty Alawiyah, sebelumnya bernama jalan Warung Buncit Raya.

12. Jalan A Hamid Arief, sebelumnya bernama jalan Tanah Tinggi 1.

13. Jalan H Imam Safi'ie sebelumnya bernama jalan Senen Raya.

14. Jalan Abdullah Ali, sebelumnya bernama jalan SMP76.

15. Jalan M Mashabi, sebelumnya bernama jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara.

16. Jalan HM Shaleh Ishak, sebelumnya bernama jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan.

17. Jalan Tino Sidin, sebelumnya bernama Cikini VII.

(BACA JUGA:Siap-siap! Begini Panduan Lengkap Membeli Minyak Goreng Curah Lewat PeduliLindungi )

18. Jalan Mualim Teko, sebelumnya bernama jalan Taman Wisata Alam Muara Angke.

19. Jalan Syekh Junaidi Al Batawi, sebelumnya bernama jalan Lingkar Luar Barat.

20. Jalan Guru Ma'mun, sebelumnya bernama jalan Rawa Buaya.

21. Jalan Kiyai Mursalin, sebelumnya bernama jalan di Pulang Panggang.

22. Jalan Habib Ali bin Ahmad, sebelumnya bernama jalan Pulau Panggang.

(SS)

`
Kategori : Nasional