Tak Hanya Kemenag, FBI Juga Kecam Promo Miras Holywings Diduga Mengandung Penistaan Agama


Holywings--Instagram Satpol PP DKI Jakarta

SEPUTAR SURABAYA - Alih-alih menarik pengujung, Holywings justru mendapat kecaman atas promonya yang diduga mengandung Penistaan Agama. Kecaman ini datang dari berbagai pihak mulai dari kemenag hingga Forum Batak Intelektual (FBI).

Bahkan FBI membawa masalah ini ke jalur hukum. Melansir dari PMJ News, FBI melaporkan Holywings ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penistaan agama terkait promosi gratis minuman beralkohol, Senin (27/6).

FBI yang anggotanya mayoritas beragama kristen ini tak termia sosok suci dalam agamanya dicatut untuk pemasaran.

(BACA JUGA:Masjid Jogokariyan Yogyakarta Bikin Poster Mirip Holywings, Undang Muhammad dan Maryam untuk Ini)

Laporan FBI teregistrasi di Polda Metro Jaya dengan Nomor LP/B/3200/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, atas nama pelapor Donald Siagian.

“Intinya kita dari FBI mengecam dan menyesalkan kejadian ini yang menjadi kegaduhan masyarakat. Nama Maria itu nama yang disucikan, jadi kita buat pengaduan lebih menyangkut ke tindak pidana khususnya,” ujar Andro Manurung, selaku Sekjen FBI.

Ia menambahkan, FBI akan mengawal proses hukum laporannya dan memastikan ke penyidik untuk memeriksa badan hukum dari Holywings.

“Kita akan mengawal proses hukumnya dan kami juga pastikan ke penyidik untuk memeriksa ke badan hukumnya. Kalau badan hukumnya berbentuk PT, maka harus tunduk ke UU No 40 tahun 2007,” lanjutnya.

Ketua FBI Leo Situmorang menuturkan, kelompoknya yang mayoritas beragama Kristen menyesalkan adanya promosi dari managemen Holywings ini.

(BACA JUGA:Holywings Buat Promo Miras Gratis untuk Muhammad-Maria, Polisi Ungkap Ternyata Ini Motifnya)

“Kami merasa sangat-sangat terpukul dengan adanya iklan ataupun Promo yang mengatasnamakan Nabi dan orang suci dari khususnya (umat) Katolik dan Kristen,” terang Leo.

Kemenag Memberi Kecaman Hollywings

Kementerian Agama (Kemenag) RI buka suara soal heboh promo minuman keras Holywings untuk pemilik nama Muhammad dan Maria.

Holywings mendadak menjadi sorotan dan mendapat banyak kecaman usai membuat promo yang mencatut nama sosok suci dalam dua agama, Islam dan Kristen.

Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag, M. Fuad Nasar mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari cara marketing atau promosi produk yang mengandung SARA.

(BACA JUGA:Tetapkan 6 Tersangka Kasus Promosi Holywings, Polisi : Tindak Pidana Terjadi Karena Upload di Medsos)

"Penting memahami batas-batas etik dalam marketing communication di dunia bisnis. Siapa pun, dalam hal apa pun, agar menghindari bermain dengan isu SARA karena reaksi publik yang ditimbulkan sudah dapat diduga sebelumnya," ujar Fuad di Jakarta, Jumat (24/6).

Ia menegaskan dalam sudut pandang komunikasi bisnis, cara seperti ini belum tentu berdampak positif. Justru mengundang kontroversi dan dapat merugikan reputasi perusahaan.

"Letakkan sesuatu ada tempatnya," lanjutnya.

(BACA JUGA:Polisi Usut Tuntas Promosi SARA Holywings, Kemungkinan Ada Tersangka Baru)

Lebih lanjut Ia mempertanyakan motif dari promosi tersebut. Padahal terang-terangan identitas agama yang digunakan tidak akan menghalalkannya.

"Maka tidak elok kalau diaduk-aduk, misalnya dihubungkan dengan nama atau identitas suatu agama dan suku yang sampai kapan pun tidak akan pernah menghalalkannya. Lalu buat apa meng-endorese yang semacam itu?" terangnya.

Diketahui sebelumnya, jagat maya dibuat gempar atas unggahan Holywings yang memberikan alkohol gratis kepada orang-orang bernama Muhammad dan Maria.

(BACA JUGA:Alamat Rumah Anies Tak Diganti, Guntur Romli Protes: Dia Gak Mau Ribet!)

Adapun Muhammad merupakan sosok suci yang sangat dimuliakan yakni nabi umat Islam. Sementara Maria adalah sosok yang dimuliakan umah Kristiani.

Tak pelak unggahan tersebut dinilai telah melukai dan melecehkan agama Islam dan Kristen.

(SS)

`
Kategori : Nasional